Short Story Travelling

Inikah rasanya senandung diatas awan ? DCF 2018

on
12 August 2018

Doyangayab kali ini ke sebuah daerah vulkanik aktif yang memang terkenal dengan penghasilan kentang terbesar di Indonesia. Desa ini terletak di Jawa Tengah. Yups plataran tinggi dieng atau biasa disebut Dieng Plateu. Kali ini saya akan menyaksikan DCF 2018 (Dieng Culture Festival) yang diselenggarakan pada tanggal 3-5 Agustus 2018

DIENG PLATEU

Desa wisata
Dieng kulon , desa yang sangat eksotis berada di pusat pegunungan Dieng. Berada diketinggian 2.000-2.500 mdpl dengan view dan landscape yang mempesona. Kesejukan udara, lingkungan alami dan berbagai wisata alam dan budaya mampu meyihir setiap orang yang datang ke daerah dataran tinggi Dieng. Dieng berasal dari bahasa sanksekerta yaitu Di yang berarti tempat yang tinggi atau gunung dan Hyang yang berarti kahyangan. Kedua kata tersebut digabungkan, maka bisa diartikan bahwa Dieng merupakan wisata daerah pegunungan tempat para dewa dan dewi bersemayam. Menurut sumber lain, nama Dieng berasal dari kata-kata dalam bahasa jawa adi yang berarti indah dan aeng yang berarti aneh. Dieng juga berarti tempat yang indah dan penuh dengan keanehan.

Jazz atas awan
Berawal dari beberapa informasi di medsos mengenai DCF (Dieng Culture Festival), tak lama dari info tersebut teman saya menawarkan trip DCF ini. Saya langsung tertarik sekali ingin menyaksikan secara langsung event tahunan ini. Konon rasanya akan berbeda dengan festival jazz lainnya karena jazz ini merupakan sebuah pertunjukan musik yang digagas oleh masyarakat Dieng menggabungkan nuansa alam pegunungan dieng dengan musik jazz nan syahdu, melahirkan nuansa roman diketinggian 2020 mdpl. Jazz atas awan sebuah pertunjukan dengan konsep yang sederhana, dimana semua orang adalah penampil dan semua bunyi adalah alunan jazz.
Saya sendiri menghadiri festival jazz diatas awan ini dengan bantuan agent travel yang sudah melanglang buana yaitu weekend traveller. Biaya yang dikeluarkan sekitar 1.599.000 selama 3H2M sudah include homestay, makan, tiket DCF, tiket wisata Dieng, transportasi selama di Dieng. Hmm mahal yah ? jangan khawatir trip ini bisa dicicil selama 4 bulan kok jadi gak terlalu berat. Yang berat itu hanya melupakan dy yang pernah singgah hati. Halah apasih… makin ngawur

Malam yang ditunggu-tunggu tiba. Yups malam puncak jazz diatas awan sudah menanti saya dan rombongan. Malam itu saya mempersiapkan jaket tebal, sarung tangan hingga kaos kaki tebal. Pada pukul 19.00 suhu disana sudah mencapai -3˚C kebayang betapa dinginnya saat itu. Festival jazz ini terletak di komplek candi arjuna. Jika kalian ingin menonton alangkah lebih baik memakai pakaian hangat serta membawa perlengkapan dokumentasi karena sangat disayangkan jika momen indah seperti ini tidak diabadikan. Pastikan perlengkapan dokumentasi baterai dan memory cukup hingga acara selesai.
Langkahku semakin dipercepat dengan hembusan angin yang cukup menusuk tulang sehingga badan gemetar kedinginan. Sampai pada gate, peserta diminta untuk menunjukan id card beserta gelang yang sudah dibagikan oleh pihak travel karena itu yang akan menjadi tiket pertunjukan jazz ini. Panitia akan membagikan sedikit plastik untuk alas duduk dan jika beruntung kalian akan mendapatkan tungku penghangat badan yang dapat digunakan secara bersama. MC membuka acara tersebut dengan meriah dan sedikit candaan yang bisa memecahkan tawa penonton. Oiya setiap acara DCF ini memiliki guest star yang berbeda-beda namun panitia selalau menyembunyikan siapa Guest Star yang akan menghibur kami malam ini. Marketing acara ini cukup kreatif dengan demikian peserta akan penasaran dan memikat pembeli tiket semakin melonjak.

 

 


Awal pembukaan dibuka oleh band indie dan dilanutkan oleh penyanyi satu-satunya yang berasal dari luar negri yaitu hiroaki kato. Beliau adalah penyanyi asal jepang yang sangat merindukan tammpil di acara DCF ini. Beberapa tahun lalu beliau datang ke DCF hanya menonton saja dan bercita cita ingin tampil di DCF. Ternyata tahun 2018 Hiroaki kato tampil di DCF dengan memukau bahkan bernyanyi bersama dengan bintang tamu. Ternyata bintang tamunya adalah letto dan the rain.

Setelah letto selesai, acara yang ditunggu tunggu pun mulai yaitu pelepasan lampion. Malam ini dieng akan semakin indah dengan hiasan lampion warna warni dilangitnya. Wah kalian wajib coba yaa momen seperti ini, kalau bisa ajaklah pasangan halalmu karena momen ini sangat cocok bersama dengan pasangan. Banyak yang datang dengan pasangannya jadi kalian jangan baper yah. Termasuk bapak gubernur Jawa tengah hadir diacara ini dengan istrinya. Beberapa kali saya sempat menoleh ke Bapak Ganjar sedang bernyanyi bersama istrinya sambil berpelukan dan mengikuti alunan musik dari bintang tamu. Langsung baper seketika heheheee…

Rundown Jazz atas awan
Sabtu, 04 Agustus 2018
08.00 = Aksi Dieng bersih
08.00 = Festival caping gunung, Bunga dieng, Domba dan tumpeng
13.00 = Kirab budaya
19.00 = Sendra tari rambut gembel
19.30 = Senandung negri diatas awan
22.00 = Festival lampion
23.00 = Senandung negri diatas awan
Kalian penasaran juga dengan festival ini ? tenang tahun depan kalian masih bisa datang ke Dieng kok. Kapan lagi kalian bisa merasakan dinginnya dieng sembari menonton festival jazz.

TAGS
RELATED POSTS
20 Comments
  1. Reply

    Taumy

    13 August 2018

    Konsep DCF luar biasa ya. Memadukan potensi keindahan alam pegunungan dengan musik Jazz. Sayang kemarin waktunya tidak pas, jadi tidak sempat ikut menyaksikan.

  2. Reply

    Maria Widjaja

    13 August 2018

    Mohon diperhatikan tata penulisan kata agar sesuai PEUBI. Misalnya:
    1. Kata tak baku ditulis miring
    2. Huruf pertama nama tempat menggunakan huruf besar.

  3. Reply

    Lisa Fransisca

    13 August 2018

    Menarik sekali ya DCF ini, orang-orang Dieng memang kreatif memadukan potensi wisata dengan musik. Btw, dari dulu selalu penasaran. Kalau lepas lampion gitu, apa lampionnya hanya diterbangkan ke angkasa saja? Berarti hanya akan berakhir jadi sampah ya, Kak? Cmiiw.

  4. Reply

    Tuty prihartiny

    13 August 2018

    Sensasi sesuatu bangettt ya kak, menikmati jazz di dataran tinggi Dieng. Paket komplit dari alam, musik dan atraksi lainnya di DCF. Mugi2 tahun depan saya bisa menyaksikan langsung ke sana…..aamiin

  5. Reply

    Evi

    13 August 2018

    Jadi kangen sama dingin nya Dieng.. Tapi saya agak phobia sama keramaian.. Jadi justru menghindari Dieng saat DCF.. Makasih yaa sudah berbagi.. 🙂

  6. Reply

    AMELIA

    13 August 2018

    Selalu iri liat teman-teman yang udah pernah ke dieng. Ingin sekali traveling ke dieng, Tadinya awal agustus ini mau ke dieng untuk liat dieng festival ini, tapi gagal karena ada tugas kantor mendadak

  7. Reply

    airin

    13 August 2018

    DCF keren euy.. Pengen banget maen ke Dieng tapi takut kedinginan.. elah payah ya.. mesti siapin jaket tebal dulu atau pakai jas hujan keren biar g malu-maluin. Maklum punya alergi dingin

  8. Reply

    Antin Aprianti

    13 August 2018

    Dari beberapa tahun silam penasaran banget sama DCF tapi belum kesampaian ke sana pas acara DCF. Btw Festival Lampionnya keren sekali 😍😍

  9. Reply

    Firdaus Soeroto

    14 August 2018

    Serunya ke Dieng. Jadi pengen ke sana lagi…

  10. Reply

    Kartini

    14 August 2018

    konsepnya bagus banget yaa kak. kalau diadakan lagi aku jadi kepingin coba hehe

  11. Reply

    Yunita Tresnawati

    14 August 2018

    Aahh keren banget pasti DCF, harganya sepadan koq dengan yang didapat. Duh, aku sih pasti baper denger lagu2 Letto di tengah cantiknya malam di Dieng. Tahun depan harus nonton nih

  12. Reply

    Galuh

    14 August 2018

    Mantaaaab, kebayang bgt nonton jazz suasana dingin pegunungan, pasti dingin gilaa

  13. Reply

    Putri Reno

    14 August 2018

    Dari 2014 pengen kesana ga kesampean euy. Musik jazz di pegunangan syahdu banget. Tapi lampionan aku mikirnya kok ya itu nanti lampion yang berterbangan ke langit balik lagi ga ya ke bumi. Trus nyasar dimana ya? Apa habis terbakar di angkasa? Belum pernah main lampion.

  14. Reply

    Sally

    15 August 2018

    Aku bisa lihat atau tahu info DFC ini dimana yaa ka? Aku mau ikut tahun depan. Nikmat banget itu ya Rab

  15. Reply

    Dayu Anggoro

    15 August 2018

    Asli keren si DCF ini, semoga tahun depan bisa ke sana.

  16. Reply

    cha

    15 August 2018

    ih pengen ke dieng lom kesampaian, tahun lalu cancel ikutan touring ke dieng hiks..

  17. Reply

    Rama Murtaba

    15 August 2018

    Keren sih emang acara DCF ini. Sempat diajak kesana sama teman. Tapi karena sadar gak kuat dingin, alhasil mengurungkan niat untuk pergi. Haft

  18. Reply

    Ina

    15 August 2018

    Seruunyaa, aku udh beberapa kali ke dieng tapi belum pernah ke dieng pas ada acara beginian, pasti tambah seru yaa suasannya

  19. Reply

    Inez

    15 August 2018

    aku dari dulu pengen ikut ini namun belum ada kesempatan. Semoga suatu saat nanti bs datang ke konser jazz di dieng ini.

  20. Reply

    lenifey

    19 August 2018

    Mayan banget dingin-dingin nonton pertunjukan musik.. beda sensasi sama yang biasa.. keren ada festival lampionnya juga..

LEAVE A COMMENT

Ajiza Desi Purnamasari
Indonesia

“Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia” (HR. Ahmad) Insya Allah saya akan membagikan info atau pengalaman saya selama berada di Bumi ini. Jika menginspirasi silahkan ditiru namun jika lebih banyak mudharatnya mohon dibukakan pintu maaf. Salam Doyangayab....